Jumat, April 17, 2009

Blog ini sementara diistirahatkan dulu. Hehehe...

Awalnya sibuk ngurusin Tugas Akhir. Nonton sih jalan terus, tapi semakin lama jadi makin numpuk. Banyak banget film yang blom gw tulis, gw tunda-tunda, dan akhirnya males sendiri nulisnya. So... untuk sementara waktu mau istirahat nulis blog ini. Hehehe...

Sampe kapan? Hmmm... ga tau juga. Kalo blog ini dirasa masih berguna buat temen-temen yang baca, isi comment aja di post ini. Kalo ternyata banyak yang minat, gw lanjutin lagi. Sampai jumpaaaa ^^

Selasa, Februari 24, 2009

And The Oscar Goes To...

Yup! As you all know, the 81st Annual Academy Award was held on feb 22nd, 2009. Maap sedikit terlambat nge-post blog kali ini, cos gw lagi super sibuk ngurusin persiapan TA (Tugas Akhir - as in skripsi nya anak DKV). Dan belakangan emang ga sempet mengunjungi my favorite place (alias bioskop), gara2 sibuk (salahkanlah semuanya pada TA! Huaaa... pengen teriak2, sampe sekarang belom nonton Valkyrie & Defiance! Mungkin nanti lewat pengumpulan proposal TA, baru sempet kembali ke bioskop tercinta (moga-moga...)

Tapi blog ini tentunya bukan tempat gw menyampaikan keluh kesah kuliah! Dan post ini harusnya diisi dengan para pemenang Oscar. Jadi... here it goes:

Best picture: Slumdog Millionaire
(blom sempet nulis review ceritanya. Tapi post gw berikutnya bakalan membahas film ini)

Actor in a leading role: Sean Penn (Milk)
(sedih... kenapa bukan Brad Pitt? Cakepan dia ke hongkong manapun :P Tapi kalo kata Joko Anwar -sutradara indo, Pintu Terlarang- emang yang pantes menang adalah Sean Penn. Dengan sekian banyak kontribusinya terhadap dunia perfilman, udah saatnya lah buat dia menang. Hahaha... :D )

Actress in a leading role: Kate Winslet (The Reader)
(sedih lagi... kenapa bukan Anne Hathaway? Hix..hix..)

Directing: Slum Dog Millionaire

Foreign language film: Departures

Music (song): "Jai Ho" (Slumdog Millionaire)
(Hwe???!)

Music (score): Slumdog Millionaire

Film editing: Slumdog Millionaire

Sound mixing: Slumdog Millionaire

Sound editing: The Dark Knight
(Buat Bams >> seneng kan, film fave nya bisa menang? Hehehe...)

Visual effects: The Curious Case of Benjamin Button
(setuju banget! Kalo bukan film ini yang menang, bisa di demo tuh jurinya :P )

Documentary short: Smile Pinki
(denger aja ga pernah nih... iya lah, documentary...)

Documentary feature: Man on Wire

Actor in supporting role: Heath Ledger (The Dark Knight)
(pengen teriak! Kenapa ga Robert Downey Jr??? Sediiih... Hahaha, tapi emang gw akui, Ledger pantes banget menang. Bahkan gw sendiri sempet heran, kok Downey bisa jadi nominasi, dari film Tropic Thunder pula yang bikin gw eneg2. Hix! Walaupun Downey is one of my fave actors...)

Short film: Spielzeugland

Cinematography: Slumdog Millionare

Make up: The Curious Case of Benjamin Button
(ya pasti lah dia yang menang~~ )

Costume design: The Duchess
(masa? Ah, mau hunt DVD nya, perlu ditonton nih!)

Art direction: The Curious Case of Benjamin Button

Short film (animated): La Maison En Petits Cubes

Animated feature film: Wall-E
(ehm... lebi prefer Kungfu Panda c... Tapi Wall-E pantes menang juga kok)

Writing (adapted screenplay): Slumdog Millionaire

Writing (original screenplay): Milk
(hix... blom nonton Milk, jadi ga bisa nge judge. Tapi mau hunt film ini! Btw ko Happy Go Lucky bisa masuk nominasi c? Aneeeeh...)

Actress in a supporting role: Penelope Cruz (Vicky Christina Barcelona)
(lagi2 ga bisa mengomentari... semua yg masuk nominasi, blom gw tonton filmnya)

------------

Sekian hasil dari Academy Award taon ini. Buat yang demen nonton, sapa tau bisa jadi referensi, dicari film-filmnya. Ayo maju terus perfilman Indonesia! (loh kok komennya jadi agak nyasar?)

Minggu, Februari 15, 2009

The Curious Case of Benjamin Button

Terlahir tua, dan tumbuh semakin muda

Caroline Button melahirkan seorang bayi. Bayi itu memiliki wajah tua dan keriput. Thomas Button, suaminya, datang terlambat. Saat ia datang, Caroline dalam keadaan kritis. Caroline meminta pada Thomas, agar bayinya memiliki tempat di dunia ini. Lalu ia meninggal. Thomas melihat bayi itu, kaget, dan langsung pergi keluar dan membuangnya di depan sebuah panti jompo. Queenie, pengurus panti itu, menemukannya, dan memberinya nama Benjamin. Dia merawatnya seperti anaknya sendiri.

Benjamin lahir dalam keadaan tua, katarak dan sulit berjalan. Tapi semakin lama dia semakin muda. Kesehatannya membaik, dan keriputnya semakin hilang, rambutnya pelan-pelan menjadi tidak botak. Tapi dia harus terus menyaksikan orang-orang yang meninggal tua di panti jompo.


Cerita lengkapnya... (spoiler)

Dalam keadaan tua, dia bertemu dengan Daisy Williams, seorang anak perempuan, yang merupakan cucu dari salah satu penghuni panti jompo. Walau berfisik tua, Benjamin memiliki mental anak kecil. Dia suka bermain dengan Daisy. Daisy sendiri selalu datang di hari Minggu, karena hari itu adalah hari kunjungan keluarga.

Benjamin mendapat pekerjaan menjadi awak kapal milik Kapten Mike. Walau agak tua untuk bekerja di kapal, dia sudah sedikit bertambah muda dan sudah kuat bekerja. Benjamin sempat mengajak Daisy remaja untuk naik kapal itu bersamanya. Setelah itu, Benjamin pamit kepada seluruh penghuni panti untuk pergi berlayar lama. Dia berjanji untuk selalu mengirim kartu pos pada Daisy, kemana pun dia pergi.

Ketika di Rusia, seluruh kru kapan tinggal di Hotel Winter Palace. Di hotel itu, Benjamin bertemu dengan Elizabeth Abbott. Suaminya sibuk, dan dia merasa kesepian. Setiap malam, mereka berdua mengobrol di lobi hotel. Mereka semakin mengenal satu sama lain, dan kemudian memiliki affair. Benjamin jatuh cinta, dan menuliskannya juga dalam kartu posnya yang dikirimkan ke Daisy. Saat menerima itu, Daisy patah hati.

Tapi tiba-tiba Elizabeth berhenti menemuinya di lobi. Perang terjadi. Benjamin harus pergi meninggalkan Rusia. Beberapa kru kapal, termasuk Kapten Mike, meninggal saat perang. Benjamin sendiri pulang kembali ke panti jompo.

Dia bertemu lagi dengan Daisy (saat itu Daisy sudah berumur 23 tahun). Daisy sudah menjadi penari balet profesional. Mereka mengobrol sangat banyak, dan Daisy tidak berhenti membicarakan dirinya sendiri. Daisy mencium Benjamin dan mengajaknya untuk berhubungan seks. Tapi Benjamin menolaknya. Daisy marah dan meninggalkan Benjamin.

Thomas Button, ayah kandung Benjamin, datang menemuinya. Dia mengaku sebagai ayahnya. Saat itu, Thomas sedang dalam keadaan sakit parah. Waktunya tidak lama lagi, dan dia berniat mewariskan pabrik kancing miliknya ke Benjamin. Dia menyesal telah membuang Benjamin bayi. Dan ketika ia benar-benar meninggal,

Setelah beberapa lama, mereka kembali bertemu di pertunjukan balet Daisy. Saat itu Daisy sedang berpacaran dengan pria lain. Beberapa lama kemudian, Daisy mengalami kecelakaan di Paris, dan harus berhenti menari. Benjamin menyatakan cintanya, dan menawarkan untuk merawat Daisy, tapi Daisy menolaknya.

Benjamin kemudian meninggalkan RS dan tetap tinggal di Paris, kalau-kalau Daisy mencarinya. Tapi Daisy malah memaksakan diri untuk ke New Orleans (tempat panti jompo), untuk mencari Benjamin. Dan mereka pun tidak bertemu.

Ketika Daisy merusia 42, dan Benjamin 49, akhirnya mereka bersatu. Kali ini, fisik mereka sebaya. Mereka tinggal bersama, dan memiliki anak yang diberi nama Caroline (sesuai dengan nama ibu kandung Benjamin). Kecemasan Benjamin adalah dia tidak bisa menjadi ayah. Karena semakin lama, dia menjadi semakin muda. Dia takut Daisy harus repot membesarkan dua anak.

Ketika Caroline berusia 1 tahun, Benjamin menjual pabrik kancingnya. Dia menyimpan semua uangnya untuk Daisy dan Caroline, lalu pergi meninggalkan mereka. Dia berpikir, itulah yang terbaik bagi mereka, karena dia terus menerus menjadi semakin muda, tidak bisa menjadi ayah bagi Caroline.

Dalam fisik remaja, Benjamin kembali menemui Daisy. Tapi ia sudah menikah lagi dengan pria lain.

Setelah beberapa lama, ada seorang pria yang datang kepada Daisy tua. Dia membawa anak kecil yang menderita dementia. Anak itu adalah Benjamin. Dia sudah pikun, tapi dia membawa nama dan alamat Daisy di tasnya.

Sejak itu, Benjamin tinggal bersama Daisy. Daisy merawatnya sampai ia menjadi bayi kembali. dan dalam tubuh seorang bayi, Benjamin meninggal dunia.



Pendapat pribadi

Plot
Durasinya cukup panjang, dan filmnya agak datar. Sebenernya kalo diikutin serius, ceritanya sedih dan mengharukan. Tapi mungkin eksekusinya kurang berhasil ya, jadi gw ga ngerasa terbawa suasana. Ga ikutan terharu, kurang berasa sedihnya juga.

Graphic
Banyak adegan yang keliatan rekayasa. Misalnya adegan kapal yang lagi berlayar. Ga keliatan kayak lagi beneran berlayar di laut, lautnya keliatan boongan. Tapi paling top soal make up nya. Dari awal udah Brad Pitt yang meranin, tapi ukuran badannya semakin lama semakin tinggi dan tegap. Mukanya juga bener-bener keliatan dari tua ke muda.

Cast
Brad Pitt dan Kate Blanchett. Pasti keren donk.

Overall
Gw sih agak kecewa nontonnya. Waktu nonton trailer, keliatan menarik banget. Tapi emosinya kurang banget. Kurang berasa sedihnya, dan ga bisa bikin terharu juga.

Minggu, Februari 08, 2009

Pintu Terlarang

Sinematografinya keren abis!

Buat yang paling males nonton film Indo, yang satu ini bisa ngubah pandangan kita tentang film Indo yang ceritanya klise dan penataan artistiknya seadanya. Selain sinematografi, plot film ini bener-bener bikin penasaran sampe akhir. Genre nya thriller, walau di awal-awal dibuat kesan film horor.

Setting waktu film ini adalah jaman dulu. Dengan gaya-gaya Broadway - New York lama. Settingnya sama sekali ga keliatan di Indonesia. Dan setting film ini (bangunan dan ruangan) bener-bener dibuat sendiri, bukan cuma ngambil suatu tempat buat syuting.

Gambir adalah seorang pematung yang sangat sukses. Ciri khasnya adalah patung-patungnya yang selalu berwujud wanita hamil. Dia memiliki dua orang sahabat, Dadung dan Rio; serta memiliki istri yang cantik dan pintar, Talyda. Sayangnya, sampai sekarang mereka belum bisa punya anak.

Gambir berkali-kali menerima pesan yang sama: "tolong saya", di depan pintu rumahnya, di lipatan kertas dalam tasnya, dan di tembok depan kafe yang sering dia kunjungi. Menyertai tulisan "tolong saya", ada tulisan "herosase", yaitu sebuah nama bangunan di sana.



Cerita lengkapnya... (spoiler)

Cerita mundur ke sebelum Gambir dan Talyda menikah. Talyda hamil di luar nikah. Gambir mengatakan bahwa mereka bisa menikah secepatnya. Tapi Talyda tidak setuju dan ingin menggugurkannya. Mereka datang ke rumah sakit ilegal dan menggugurkannya. Di sana, Gambir bertemu dengan seorang pria yang mengatakan bahwa sesungguhnya di dunia ini tidak ada anak yang mau dilahirkan.

Pulang ke rumah, Talyda depresi. Dia minta pada Gambir, agar janin bayinya dimasukkan ke dalam patung wanita hamil buatan Gambir, karena Talyda tidak ingin berpisah dari anaknya. Gambir melakukannya, memotong patungnya, dan memasukkan janin itu.

Suatu hari, Ko Jimmy (pemilik galeri patung) datang ke rumah Gambir. Dia meminta agar patung (yang berisi janin) itu dipajang di galerinya. Gambir menolak, dengan alasan patung yang satu ini dibuat khusus untuk Talyda. Tapi Talyda menjanjikan bahwa Gambir akan membuatkan satu lagi yang sama persis dengan yang ini.

Gambir memang tidak pernah bisa menolak Talyda. Apapun yang dimintanya, pasti akan dilakukan. Maka Gambir membuat lagi patung, dengan memasukkan janin lain, yang didapatkannya dari rumah sakit ilegal. Ini kemudian menjadi kunci kesuksesan karir Gambir. Janin demi janin dimasukkan ke dalam patung-patung buatannya. Dia pun menikahi Talyda. Mereka pindah ke rumah baru yang amat besar, yang merupakan hadiah dari ayah Talyda. Perlahan Gambir pun mejadi kaya.

Suatu hari, Gambir ingin berhenti memasukkan janin-janin ke patungnya. Dia mengatakan pada Ko Jimmy, bahwa pada pameran berikutnya, dia tidak akan membuat patung wanita hamil lagi. Tapi Ko Jimmy malah mengancamnya. Dia menceritakan bahwa secara tidak sengaja dia memecahkan patung yang dulu dia ambil untuk galerinya. Dia menemukan janin itu. Dan dia mengancam akan melaporkan pada polisi, bila Gambir berhenti membuat patung wanita hamil. Gambir pun terpaksa melanjutkan pembuatan patungnya.

Ketika sedang membuat patung, alatnya jatuh ke bawah lemari. Gambir menggeser lemari itu, dan menemukan sebuah pintu merah yang tersembunyi di balik lemari. Ia mau membuka gemboknya dengan kapak. Tapi Talyda melarangnya. Dia mengatakan bahwa di balik pintu itu terdapat masa lalu yang ingin dilupakannya. Isi ruangan itu tidak akan membahayakan pernikahan mereka, dan Talyda meminta agar Gambir berjanji tidak akan pernah membukanya. Gambir pun patuh.

Kembali ke pesan misterius "tolong saya"
Gambir sempat mengejar anak kecil yang meninggalkan pesan itu. Ketika sedang mengejarnya, seorang nenek mencengkeram tangannya dan bertanya, "Mengapa kamu tidak pernah menutup pintu?" Gambir pun kehilangan jejak anak kecil itu.

Gambir mendatangi Herosase. Tapi dia tidak boleh masuk, karena hanya anggota yang boleh. Gambir kemudian memergoki Dadung memasuki tempat itu. Dia memaksa Dadung untuk memberitahukan tempat apa itu. Dadung tidak mau memberi tahu. Dia hanya membawa Gambir ke sana untuk menjadi anggota.

Ibu Mona (pengelola Herosase) mengatakan pada Gambir, bahwa peraturan di sana adalah: tidak boleh ada pertanyaan. Jadi, tanpa tahu apa yang ada di sana, Gambir membayar keanggotaan. Dia kemudian masuk ke satu ruangan, dengan sofa dan TV di dalamnya. Terdapat menu yang hanya bertuliskan nama-nama orang dan nomor channel TV nya.

Gambir menyalakan TV, dan melihat gambar-gambar mengerikan. Di satu channel, ada wanita yang menjahit tangannya sendiri. Di channel lain, ada orang melakukan penganiayaan. Di satu channel lagi, ada anak kecil yang dianiaya oleh kedua orang tuanya. Anak ini adalah anak yang menulis pesan "tolong saya". Ternyata siaran TV itu berasal dari kamera-kamera tersembunyi yang diletakkan di rumah orang-orang.

Gambir ingin menolong anak ini. Tapi Gambir tidak berhasil mencari tahu di mana anak itu tinggal. Sepulang dari Herosase, dia menangis tak karuan, dan marah lepas kendali. Dadung berusaha menenangkannya dengan mengatakan bahwa anak itu sudah meninggal.

Gambir pergi lagi ke Herosase untuk memastikan. Anak itu membunuh kedua orang tuanya yang sedang tidur, lalu ia bunuh diri. Kemudian secara tidak sengaja, Gambir melihat nama Talyda Sasongko, istrinya, di daftar menu. Dia segera melihat ke channel itu.

Tampak ibu Gambir sedang bicara pada Talyda. Karena mereka tidak bisa punya anak, ibu Gambir meminta agar Talyda tidur dengan Rio dan Dadung. Talyda pun melakukannya. Gambir amat marah. Tapi dia pura-pura tidak tahu apa-apa. Dia mengundang ibunya, Ko Jimmy, Rio, dan Dadung ke rumahnya, untuk Christmas dinner.

Gambir menyuguhkan anggur yang sudah diracuni. Efeknya adalah mereka tidak bisa bergerak selama sepuluh menit. Tapi mereka tetap bisa mendengar dan melihat. Gambir kemudian mengatakan bahwa dia tahu pengkhianatan yang dilakukan ibunya, Talyda, Rio, dan Dadung. Dia lelah karena seumur hidupnya, dia selalu mematuhi orang lain. Dia merasa tidak hidup, karena orang-orang yang disekitarnyalah yang selalu mengarahkan ke mana dia harus berjalan. Dan untuk bisa hidup sendiri, dia harus melepaskan benang-benang ikatannya.

Gambir kemudian membunuh mereka satu per satu. Diawali dengan Ko Jimmy, yang sudah dianggap seperti ayah, tapi ternyata memerasnya, memaksa dia terus membuat patung. Lalu Rio dan Dadung yang sudah tidur dengan istrinya. Editing di adegan ini kurang bagus. Gambir menancapkan gelas wine ke mata Dadung. Tapi gambarnya agak meloncat (karena tentunya ga ditancap beneran... tapi shot nya dibikin close up. Malah keliatan boongan banget). Selain itu, ada lagi yang ngaco. Gambir membunuh Rio dengan memotong lehernya menggunakan pisau. Lalu ada close up shot muka Gambir. Tapi darah yang muncrat malah berasal dari atas kiri layar. Padahal kan badan Rio ada di bawah, sedang duduk di depan Gambir. Harusnya arahnya dari bawah donk...

Lalu Gambir ibunya yang bersekongkol dengan mereka. Tiba giliran Talyda. Sebelum dibunuh, Talyda mengatakan bahwa Gambir tidak akan tahu apa yang ada di balik pintu merah itu, bila membunuhnya. Tapi Gambir tetap menembak Talyda.

Setelah itu, Gambir segera membuka pintu merah dengan kapak. Di sini nih yang dodol banget... Kan pintunya digembok di sebelah kiri, dengan gembok menghadap ke badan Gambir. Gambir menghancurkan bagian tengah pintu dengan kapak, tanpa menyentuh gembok itu. Setelah lubangnya cukup besar, tangan Gambir merogoh sisi lain pintu, dan membuka kunci slot pintu. Dia lalu membuka pintu. Ngaco banget! Kan pintunya digembok dengan gembok menghadap badan Gambir... Eh dia malah bisa buka kunci slot dari sisi sebaliknya pintu. Lah trus gembok yang dikunci ilang kemana???

Di balik pintu itu, terdapat rumah tempat anak kecil yang minta tolong. Gambir menemukan mayat orang tua anak itu, dan melihat bahwa mayat sang ibu adalah ibunya sendiri. Lalu si anak kecil berkata padanya. "Kamu gagal lagi menyelamatkan kita."

Setting berubah menjadi rumah sakit jiwa. Gambir terlihat bengong di kamarnya. Talyda, dengan mengenakan nametag wartawan bernama Puspawati, datang menyapa. Tapi Gambir tidak menjawab. Lalu seorang petugas keamanan berwajah sama dengan Dadung mengatakan padanya, bahwa kadang memang Gambir tidak menjawab sama sekali. Harus dimaklumi, bagaimana seorang anak 8 tahun yang dianiaya orang tuanya, yang kemudian membunuh orang tuanya sendiri. Puspawati kemudian pergi.

Pada adegan terakhir, terlihat seorang umat sedang mengaku dosa kepada Pastur. Orang ini mengakui bahwa dia baru saja membunuh istrinya sendiri. Si pastur mengatakan bahwa ada pintu terlarang yang tidak boleh dibuka. Dia tidak akan tahu apa isinya sebelum membukanya. Si pastur keluar, dan terlihat wajahnya adalah wajah Gambir.


Yup! Ceritanya emang bener-bener bikin mikir. Penuh metafora. Pintu merah di sini, menurut gw adalah metafora dari masa lalu Gambir. Masa lalu yang amat kelam. Tapi Gambir tidak pernah menutup pintu itu (seperti kata si nenek), karena itu dia menjadi gila. Dan kesimpulan akhir gw adalah, dari awal, film ini menceritakan halusinasi psikotik Gambir. Kenyataan yang terjadi adalah, Gambir kecil dianiaya oleh orang tuanya, dan dia membunuh orang tuanya sendiri. Gambir besar gagal menyelamatkan diri mereka, karena terus menerus membuka pintu terlarang itu.

Dan hubungan janin dalam patung adalah, bahwa di dunia yang penuh penderitaan ini tidak ada anak yang mau dilahirkan. Anak itu dilahirkan hanya karena akibat dari perbuatan orang tuanya. Tapi beberapa orang tua bisa dimaafkan, karena merawat anak mereka penuh kasih sayang (ini kata-kata Gambir sebelum membunuh ibunya). Gambir merasa termasuk salah satu dari anak yang tidak mau dilahirkan itu. Karena itu digunakan metafora janin di dalam patung, karena patung tidak bisa melahirkan, walau di dalamnya sudah ada janin.


Emang sih.......... ceritanya agak mengerikan dan berdarah-darah. Tapi gw suka banget karena penonton diajak mikir. Penulis naskahnya pinter abis. Dia bisa berpikir dengan kompleks banget. Dan sepanjang film, kita bener-bener ga tau ke arah mana film ini dibawa selanjutnya. Misalnya apa isi Herosase, apa yang ada di balik pintu, dan apa cerita adegan selanjutnya. Tapi buat yang ga kuat liat darah, ati-ati yah... :P


Pendapat pribadi

Plot
Beda banget dari film Indo yang biasa. Cerita penuh metafora. Penonton ga tau ke arah mana cerita selanjutnya. Dan tentunya... belum ada film Indo laen yang sejenis Thriller yang satu ini.

Graphic
Bagus banget!!! Settingnya bergaya ala Broadway tua. Ga kayak di Indo. Sayang, ada beberapa adegan ngaco (yang gw tulis di atas). Tapi gw maafkan, karena ini film Indo (Hahaha... standar buat film Indo memang di bawah film Amrik). Dan ada juga iklan-iklan yang ga sesuai. Dalam adegan, terlihat beberapa kali logo 3 dan Yuasa. Bayangin aja, logo 3 yang demikian modern, ditaro dalem film bersetting Broadway tua. Bahkan, yang paling mengganggu, ada banner 3 yang super gede di luar kafe, dengan tulisan "Mau?" nya itu. Ngerusak banget, karena desainnya yang modern. Kalo emang mau ngiklan sih boleh aja. Tapi kenapa ga diubah sedikit jadi desain jadul juga? Mengikuti billboard dan signage palsu yang ada sepanjang film...

Cast
Fachri Albar, Marsha Timothy, Ariyo Bayu, Tio Pakusadewo. Aktor dewasanya sih udah pasti bagus. Sayang banget, pemeran Gambir kecil aktingnya super kaku dan parah banget. Padahal Gambir kecil kan jadi kunci seluruh cerita... Jadi secara ga langsung, dia punya peranan amat penting, walau dialognya super sedikit. Buat gw, ini ngerusak banget.

Overall
Wajib ditonton! Beda banget dari film Indo biasa, baik dari segi grafis dan plot.

Underworld: Rise of the Lycans

Prekuel dari film Underworld (2003)

Karena setting film ini terjadi sebelum film Underworld pertama, jadi buat yang ga pernah nonton sebelumnya, ga gitu ngaruh juga.

Kaum vampir memperbudak kaum Lycan. Lycan sendiri adalah setengah werewolf, setengah manusia: manusia yang digigit oleh werewolf bisa menjadi Lycan. Kaum vampir memakaikan kalung gembok pada Lycan, agar mereka tidak bisa berubah wujud menjadi serigala. Lycan ditugaskan sebagai tentara pelindung vampir. Tapi para Lycan dilarang pergi keluar istana mereka, dan juga dilarang melepas kalung gembok mereka.

Lucian adalah Lycan kepercayaan Viktor (elder / pemimpin kaun Vampir). Secara diam-diam, Lucian menjalin hubungan asmara dengan Sonja, anak perempuan Viktor. Lucian berhasil membuat duplikat kunci kalung gembok, dan berniat melarikan diri dari sana. Dia tidak mau terus menerus diperlakukan sebagai budak. Dia meminta agar Sonja ikut bersamanya. Tapi Sonja menolak, dia malah meminta agar Lucian jangan pernah pergi.

Suatu hari, kaum vampir menantikan kedatangan tamu manusia. Beberapa tentara vampir bertugas menghampiri mereka di tengah jalan. Sonja juga ikut serta, walau sudah dilarang oleh Viktor dan Lucian. Di tengah jalan, mereka dihadang oleh banyak sekali werewolf murni (note: werewolf yang ini berbeda dari Lycan, karena Lycan bisa berubah wujud menjadi manusia. Tapi ketika menjadi serigala, werewolf dan Lycan berwujud sama persis).

Dengan penciumannya, Lucian tahu bahwa jumlah werewolf amat banyak, dan para vampir tidak akan bisa melawan. Lucian segera lari keluar istana demi menyelamatkan Sonja. Dalam keadaan terdesak, ketika para vampir sudah hampir kalah, Lucian membuka kalungnya, dan dia pun berubah menjadi werewolf di bawah sinar bulan. Para werewolf patuh pada Lucian, dan berhenti menyerang.


Cerita lengkapnya... (spoiler)

Viktor, dan para pejabat vampir datang menyusul. Viktor amat arah karena Lucian melepas kalungnya, walau itu dilakukan demi menolong Sonja. Lucian dihukum cambuk 30 kali, dan dipenjara.

Di penjara, Lucian bertemu dengan Nobleman manusia (note: sepanjang film, si nobleman ini ga dikasih tau namanya, cuma dipanggil sebagai nobleman, dari klan manusia). Nobleman, dan beberapa manusia lain yang dipenjara, berikutnya digigit paksa oleh werewolf atas perintah Viktor, agar mereka berubah menjadi Lycan untuk diperbudak juga olehnya. Di penjara, Lucian juga memprovokasi para Lycan lain, agar bersatu sebagai Lycan, jangan mau terus menerus diperlakukan sebagai budak dan hiburan para vampir.

Karena provokasinya dianggap berbahaya, Viktor memutuskan untuk membunuh Lucian. Sonja tahu akan hal ini, dan meminta bantuan Tannis (salah satu orang kepercayaan Viktor). Sebagai gantinya, Sonja akan memberikan kursinya di dewan vampir. Viktor memberikan kunci kalung pada Lucian, setelah Lucian dan Sonja menyusun rencana kabur. Dalam 3 hari, Sonja akan menemui Lucian di tempat yang ditentukan.

Lucian dan beberapa Lycan berhasil kabur. Di luar istana, mereka menghimpun pasukan: mengubah para manusia yang memang mau menjadi Lycan. Sementara itu, di istana, Viktor mengetahui bahwa Sonja telah membantu Lucian kabur. Viktor marah besar, Sonja dikurung di kamarnya dan tidak boleh kemana-mana.

Setelah 3 hari, Sonja tidak datang menemui Lucian. Yang datang malahan Luka, seorang utusan Viktor, yang digunakan untuk menjebak Lucian. Luka mengatakan bahwa Sonja akan dibunuh. Viktor langsung pergi ke istana demi menyelamatkan Sonja.

Di istana, pasukan Viktor sudah bersiap. Mereka berkelahi, bahkan Sonja juga berkelahi melawan ayahnya sendiri. Di situ, Sonja mengakui bahwa dia sudah mengandung anak Lucian. Viktor semakin marah. Lucian dan Sonja berhasil ditangkap. Karena amat marah, Viktor setuju untuk menghukum mati anaknya sendiri.

Sonja dibunuh di depan Lucian. Dia di expose pada sinar matahari (vampir terbakar bila kena cahaya matahari). Lucian tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia dirantai. Malam tiba. Viktor mendatangi Lucian untuk membunuhnya. Tapi atap ruangan belum tertutup (sehabis membunuh Sonja). Karena ada bulan, Lucian bisa berubah menjadi werewolf. Lucian pun kabur keluar istana.

Para Lycan menyerang istana. Pada akhirnya, kaum vampir kalah. Viktor kalah ketika berkelahi dengan Lucian, dan tercebur ke air. Ga diceritain dia meninggal ato ga, tapi pastinya masih hidup, karena di film Underworld pertama, kan Viktor nya masih ada. Istana vampir pun dikuasai oleh Lycan.



Pendapat pribadi

Plot
Ceritanya cukup sederhana dan mudah dimengerti. Ga gitu banyak action juga, lebih ke arah sejarah perang Vampir-Lycan.

Graphic
Sepanjang film bernuansa gelap kebiruan. Memang sih, setting lebih banyak malam hari (secara vampir makhluk malam juga). Semua detil komponen tertata baik.

Cast
Pemeran Lucian dan Viktor masih sama: Michael Sheen dan Bill Nighy. Ada juga Rhona Mitra, yang banyak main di film seri TV.

Overall
Bagus sih... tapi ga sampe wajib ditonton.

Selasa, Februari 03, 2009

The Bank Job

Berdasarkan kisah nyata mengenai perampokan bank di Inggris pada tahun 1971

Terry Leather adalah penjual mobil yang tinggal di London. Dia memiliki masa lalu yang kelam, tapi sekarang ia sudah memiliki hidup baru dengan istri dan anak-anaknya. Suatu hari, Martine Love, seorang mantan model dari masa lalu Terry, datang dan menawarkan pekerjaan untuk memimpin perampokan Bank Lloyds. Bank itu libur untuk beberapa hari, dan alarmnya dimatikan. Yang akan dirampok adalah deposit box, yang sudah dikunci dengan kunci timer selama beberapa hari libur tersebut.

Karena Terry terlibat banyak hutang, dan bisnisnya sedang lesu, dia menyanggupi pekerjaan ini. Terry merekrut teman-temannya yang dulu adalah sesama pencuri, yaitu Dave dan Kevin. Guy Singer juga dimasukkan ke dalam tim, karena dia memiliki sebuah toko yang letaknya dekat dengan Bank Lloyds. Lantai tokonya lah yang akan digali untuk mencapai ruangan deposit box itu. Selain itu, terdapat pula Bambas, yang ahli menggali. Eddie, seorang pegawai penjualan mobil Terry, diminta mengawasi keadaan di luar bank, dengan berdiri di atas gedung tinggi dan menggunakan teropong.

Ternyata, deposit box yang dirampok oleh mereka menyimpan banyak sekali rahasia kelam milik berbagai pihak.

Cerita film ini rumit banget, karena ada banyak banget pihak yang terlibat. Jadi gw coba tulisnya disederhanain aja, biar ga bikin pusing.


Cerita lengkapnya... (spoiler)

Mereka berhasil masuk ke dalam ruangan deposit box. Mereka membongkar satu per satu box, dan mengambil uang serta barang berharga. Terry curiga kepada Martine yang hanya tertarik pada box nomor 118. Terry segera mengambil box itu, dan melihat isinya. Ternyata isinya adalah foto-foto mesum seorang putri Inggris.

Terry mengetahui bahwa ada orang lain lagi di balik perampokan ini. Martine pun mengakui, bahwa ia adalah suruhan Tim Everett, seorang anggota MI 5 (ga gitu ngerti juga apa itu MI 5, tapi disebut-sebut bahwa mereka punya otoritas lebih tinggi dari polisi Inggris biasa). Sebelumnya, Tim telah menjebak Martine, dengan menangkapnya atas tuduhan penyelundupan obat. Tim tahu bahwa Martine memiliki banyak kenalan penjahat. Mereka pun membuat perjanjian: Martine harus memberikan isi box 118 kepadanya, dan Martine bisa mengambil isi box lainnya dan bebas kabur.

Sayangnya, terdapat banyak pihak lain dengan kekelaman masing-masing yang tersimpan di dalam deposit box. Dalam box lain, terdapat foto mesum PM Inggris, Lord Drysdale. Di box lainnya, terdapat catatan korupsi dan suap yang dilakukan oleh Lew Vogel terhadap polisi-polisi setempat.

Cerita di balik foto mesum putri
Michael X adalah seorang pengedar obat-obatan terlarang. Dia menjadi kebal hukum, karena mempunyai foto-foto mesum Putri Inggris, dan menggunakan foto itu untuk mengancam pemerintah, dan menyimpan foto-fotonya di deposit box nomor 118. Karena itulah MI 5 meminta Martine untuk merampok box nomor 118, supaya Michael X tidak lagi kebal. Ketika tahu bahwa deposit box nya telah dirampok, dia menyuruh Lew Vogel untuk membereskan semua masalah itu dan mengembalikan isi boxnya.

Cerita di balik Lew Vogel
Lew Vogel adalah produser film porno, yang juga memiliki klub mesum (bersama-sama dengan Sonia Bern). Dia sering menyuap petugas hukum, dan menyimpan catatan suapnya di deposit box.

Cerita di balik Lord Drysdale
Lord Drysdale adalah pengunjung tetap klub mesum Sonia dan Lew. Ternyata, Secara diam-diam, Sonia mendokumentasikan kegiatan Drysdale di sana, dan menyimpan foto-fotonya di deposit box.

Terry menggunakan foto mesum Lord Drysdale sebagai senjata. Ia mau diberi paspor dan dibiarkan kabur dengan bebas, oleh MI 5. Sebagai gantinya, ia akan menyerahkan foto mesum putri dan tidak menyebarkan foto Lord Drysdale. Tim menyanggupinya, dan segera mengurus semuanya.

Orang suruhan Lew Vogel menangkap Dave dan Eddie. Karena Terry tetap tidak mau menyerahkan foto mesum putri kepadanya, ia membunuh Dave. Ia mengancam akan membunuh Eddie juga. Terry dihadapkan pada pilihan yang sulit: di satu sisi, dia harus menyerahkan foto putri pada pihak Tim, atau dialah yang akan dapat masalah. Tapi bila tidak menyerahkan foto putri pada Lew (dan Michael X), Eddie yang akan dibunuh.

Untungnya, Terry menemukan catatan suap Lew. Dia pun menjadikannya sebagai senjata terhadap Lew.

Akhirnya, masing-masing anggota perampok berhasil kabur dengan harta bagian mereka. Michael X ditangkap. Nama baik anggota kerajaan aman.



Pendapat pribadi

Plot
Ceritanya rumit banget, mungkin karena banyak banget pihak yang terlibat, dengan kekelaman masing-masing. Plus karena ini berdasarkan kisah nyata, jadi kan ga bisa dikurang-kurangi. Tapi kalo udah dicerna, plotnya menarik banget, dan Terry muncul sebagai mastermind yang keren.

Graphic
Biasa aja

Cast
Jason Statham dan Saffron Burrows. Keren sih, sayang action nya kurang. Jason Statham kan lebih terkenal ke aksi brantem-brantemnya. Di sini, dia cuma brantem 1 adegan doank.

Overall
Bagus, tapi ga sampe istimewa...

Bridge Wars

Liv dan Emma adalah dua sahabat. Liv berpacaran dengan Daniel, sedangkan Emma dengan Fletcher. Mereka sama-sama dilamar pada hari yang berdekatan. Karena mereka sahabat dekat, Emma otomatis menjadi made of honor Liv, dan sebaliknya.

Liv dan Emma sama-sama sangat ingin menikah di tempat yang sama, yaitu The Plaza. Mereka datang ke wedding organizer yang sama, yang sudah ternama. Kebetulan terdapat 2 tanggal kosong di bulan itu, yaitu tanggal 6 dan tanggal 27. Karena orang tua Liv menikah tanggal 6, jadi ia mengambil tanggal itu, sedangkan Emma tanggal 27. Berdua, mereka sama-sama mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk hari pernikahan.

Tiba-tiba mereka mendapat telepon dari wedding organizernya. Terjadi kesalahan, dan tanggal pernikahaan mereka di book pada hari yang sama, yaitu tanggal 6. Tanggal kosong lainnya baru ada beberapa tahun lagi.




Cerita lengkapnya... (spoiler)

Mereka berdiskusi. Salah satu tentunya harus mengganti tempat. Sampai ada keputusan, mereka tidak boleh saling sabotase.

Tiba-tiba Emma mendapat kabar, bahwa Liv mengirimkan memo ke orang-orang, yang menyatakan bahwa dia akan menihak di tanggal 6. Merasa dikhianati, Emma segera mengirim e-mail ke orang-orang (kecuali Liv), menyatakan hal yang sama. Begitu keduanya saling tahu, mereka pun bertengkar.

Mereka saling menyabotase persiapan pernikahan satu sama lain. Ketika Emma pergi untuk spray tan, Liv mengganti botol pewarnanya, sehingga kulit Emma menjadi oranye. Emma juga menyabotase pengecatan rambut Liv, sehingga rambutnya menjadi biru. Emma terus-terusan mengirimi Liv coklat dan makanan manis lain. Liv yang menyangka itu semua berasal dari tunangannya, selalu memakannya, sehingga beratnya naik dan gaun pengantinnya tidak muat. Liv menukar VCD milik Emma, yang akan diputar pada saat pernikahannya.

Hari H pun tiba. Tepat sebelum upacara dimulai, Liv sadar bahwa dia masih menyayangi Emma. Dia meminta temannya untuk menukar kembali VCD itu, dengan VCD aslinya. Tapi temannya itu malah membuangnya secara diam-diam, dan mengatakan bahwa suatu hari Liv akan berterima kasih akan perbuatannya membuang VCD itu.

Ketika upacara Emma dimulai, VCD palsu pun diputar. Dan tampak rekaman Emma yang sedang berpesta, menari-nari di bar. Emma langsung mengamuk, dan lari ke ruangan upacara Liv. Mereka bergulat sampai keduanya kelelahan. Dan mereka sadar bahwa semua tindakan mereka seperti anak kecil, bahwa mereka sebenarnya masih saling menyayangi.

Melihat sisi lain Emma di video itu, Fletcher merasa bahwa Emma tidak seperti Emma yang dulu dikenalnya. Mereka saling menyadari, bahwa mereka menikah semata-mata karena mereka sudah lama berpacaran. Pernikahan mereka pun batal. Di sisi lain, pernikahan Liv dilanjutkan.



Pendapat pribadi

Plot
Cuma film komedi ringan. Cukup menghibur sih, tapi ga banyak maknanya. Lumayan lah nonton ini buat ngisi waktu.

Graphic
Biasa aja. Emang ga ada yangbisa ditonjolin.

Cast
Anne Hathaway dan Kate Hudson. Suka banget ama Anne Hathaway, tapi di film ini karakternya biasa aja sih... Jadi aktingnya juga keliatan biasa.

Overall
Boleh lah nonton buat ngisi waktu.